SAMARINDA, CAHAYAKALTIM.COM – Dalam rangka mengoptimalkan pelayanan terhadap konsumen dan menjaga penyaluran stok pasokan BBM lancar dan aman, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bersama Pemerintah Daerah Kalimantan Timur melakukan pemetaan kondisi SPBU dan penggunaan Nozzle dan memantau langsung prosedur pelayanan dan penyaluran.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti ketentuan pelayanan di SPBU.
Pertamina memahami pentingnya akses BBM bagi aktivitas sehari-hari dan terus memantau stok serta penyaluran untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik.
“Kami berterima kasih atas kesabaran dan kerja sama masyarakat. Kami memahami BBM dibutuhkan untuk bekerja, menjalankan usaha, dan memenuhi keperluan keluarga. Stok BBM di Kaltim dalam kondisi aman. Penyaluran terus kami optimalkan, dan bersama pihak terkait kami berupaya agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin nyaman,” ujar Edi.
Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga, Narotama Aulia Fazri, menjelaskan bahwa penguatan pelayanan mencakup penambahan jumlah SPBU yang menyalurkan Pertalite.
Pertamina juga memetakan kondisi SPBU di Kaltim, termasuk jumlah nozzle Pertalite yang dapat digunakan untuk melayani konsumen.
“Melalui pemetaan ini, kami mengoptimalkan penggunaan nozzle Pertalite sesuai kondisi masing-masing SPBU. Kebutuhan pelayanan di setiap lokasi juga kami perhatikan agar langkah yang dilakukan dapat membantu memperlancar pengisian BBM,” jelas Narotama.
Pertamina turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mengkaji pengaturan jam operasional SPBU sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Pengaturan tersebut mempertimbangkan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi, kesiapan personel dan sarana SPBU, pengiriman dari Fuel Terminal, serta aktivitas warga di sekitar lokasi.
“Penyesuaian jam pelayanan perlu disiapkan bersama pemerintah daerah dan pengelola SPBU. Jika waktu pelayanan diperpanjang, kami akan menyelaraskan pengiriman BBM, kesiapan petugas, dan pengawasan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang tertib,” tambah Narotama.
Bersama pengelola SPBU, Pertamina juga memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi. Petugas menjalankan prosedur pelayanan, termasuk memeriksa kesesuaian QR Code dengan kendaraan terdaftar dan mencegah pembelian berulang yang mengarah pada penyalahgunaan.
Masyarakat yang menemukan indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi dapat melaporkannya langsung kepada aparat penegak hukum setempat. (***/Michael)
