BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.COM – Menandai komitmen dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan dan juga sejalan dengan visi dan misi pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh negeri, Rumah Sakit Premier Bintaro memandang Kota Balikpapan sebagaibsalah satu dari lima wilayah yang berpotensi akan tercipta masyarakat yang lebih sehat dan produktif secara keseluruhan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional lebih dekat dengan masyarakat daerah yang menjanjikan dan sebagai alternatif pengobatan dalam negeri.
Marketing Manager RS Premier Bintaro, Chintami Handayani Passat, mengungkapkan bahwa data yang mereka pegang, kunjungan pasien asal Balikpapan ada peningkatan sejak tiga tahun terakhir.

“Balikpapan itu, karena kota ini termasuk dalam top lima daerah dengan potensi pasien tertinggi. Selain memperkenalkan layanan dan juga ingin berbagi wawasan dan edukasi kesehatan bagi tenaga medis dan masyarakat,” kata Chintami .
Chintami mengungkapkan, kasus yang paling banyak ditangani RS Premier Bintaro berasal dari bidang ortopedi, seperti skoliosis, serta penyakit jantung dan vaskular.
Dia menerangkan, perkembangan teknologi medis terus menjadi fokus utama pihaknya, termasuk penggunaan teknologi robotik dalam tindakan ortopedi.
“Teknologi robotik ortopedi di Premier Bintaro sudah berjalan dengan baik. Ke depan, kami juga akan menghadirkan inovasi medis baru yang lebih canggih lagi,” ujar Chintami.
Sementara itu, dalam sesi health talk dalam rangka media tour yang digelar di Hotel Four Point Balikpapan pada Jumat (31/10/2025), dr. Suhartono, Sp.B-KV, Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular RS Premier Bintaro, menyoroti meningkatnya kasus penyakit vaskular akibat hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa penyakit pembuluh darah dapat diobati secara efektif tanpa selalu memerlukan operasi besar,” ungkap Suhartono.
Selain teknologi medis, Suhartono juga menekankan pentingnya pencegahan primer. Menjaga tekanan darah, mengontrol kadar gula, rutin berolahraga, dan tidak merokok menjadi langkah sederhana yang terbukti menurunkan risiko gangguan vaskular.
“Mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati. Tapi kalau sudah terkena pun, sekarang ada teknologi yang membuat pengobatan lebih aman dan cepat pulih,” pungkasnya.
“Tidak semua operasi berarti luka besar dan rawat inap lama. Teknologi medis terus berkembang, termasuk untuk menangani penyakit pembuluh darah yang saat ini bisa dilakukan tanpa sayatan besar bahkan tanpa perlu dirawat berhari-hari,” tambah Suhartono.
Suhartono menjelaskan, bedah vaskular merupakan cabang ilmu kedokteran yang menangani gangguan pada pembuluh darah arteri dan vena di seluruh tubuh, kecuali jantung dan otak.
Kelainan ini, ujarnya, bisa menyebabkan aliran darah terganggu dan berujung pada komplikasi berat seperti luka kronis pada kaki diabetik, varises parah, hingga penyumbatan pembuluh darah yang memicu risiko amputasi.
“Masalahnya, banyak pasien datang saat kondisinya sudah parah. Padahal, bila diperiksa lebih awal, sebagian besar bisa diatasi tanpa operasi besar,” kata Suhartono.
Gangguan pembuluh darah kini tidak hanya dialami orang lanjut usia. Gaya hidup tidak sehat, kurang bergerak, serta kadar gula darah tinggi membuat risiko penyakit vaskular meningkat di usia produktif, termasuk di Kalimantan Timur.
Perkembangan teknologi medis memungkinkan pasien mendapatkan perawatan lebih aman melalui prosedur endovaskular.
Teknik itu dilakukan dengan membuat sayatan kecil untuk memasukkan alat bantu seperti balon angioplasti atau stent seperti cincin logam kecil yang menjaga pembuluh darah tetap terbuka.
“Operasi ini nyaris tanpa luka besar. Pasien biasanya sudah bisa pulang satu hingga dua hari setelah tindakan,” jelasnya. Prosedur tersebut juga mengurangi risiko perdarahan, infeksi, dan komplikasi pasca operasi.
Beberapa kondisi yang bisa ditangani dengan metode ini antara lain Penyakit Arteri Perifer (PAD) atau penyempitan arteri di tungkai yang menyebabkan nyeri atau luka tidak sembuh-sembuh.
Adapun, Aneurisma Aorta Abdominalis (AAA) yakni pelebaran pembuluh darah besar di perut yang berisiko pecah. Varises dan Trombosis Vena Dalam (DVT) ialah pelebaran vena atau pembekuan darah yang bisa berbahaya bila tak ditangani. Hingga Masalah akses vaskular pasien hemodialisis (cuci darah).
Teknik canggih seperti Endovascular Aneurysm Repair (EVAR) dan Thoracic Endovascular Aneurysm Repair (TEVAR) kini menjadi solusi utama menggantikan operasi terbuka untuk memperbaiki dinding pembuluh darah dari dalam.
