BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.COM – Telkomsel terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas talenta muda melalui pemanfaatan teknologi.
Dengan diresmikan Telkomsel Digital Learning Space (TDLS) di Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI) Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai ruang belajar kolaboratif yang dirancang untuk memperluas akses mahasiswa terhadap fasilitas pembelajaran digital dan pengembangan kompetensi masa depan.
Peresmian TDLS menjadi bagian dari langkah nyata Telkomsel dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan talenta digital.
Acara tersebut dihadiri oleh General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Kalimantan Eureka Meliala, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ITK Ir. Khakim Ghozali, M.MT., dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Informasi ITK Adi Mahmud Jaya Marindra, S.T., M.Eng., Ph.D.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Kalimantan, Eureka Meliala, mengatakan, TDLS merupakan area belajar modern yang dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai pusat aktivitas akademik, diskusi, eksplorasi ide, hingga pengembangan keterampilan digital.
“Fasilitas yang tersedia di dalam TDLS antara lain laptop, smart TV, rak buku, lemari penyimpanan (storage), meja, dan kursi yang dirancang untuk mendukung kenyamanan belajar,” kata Euraka, Senin (15/06/2026).
Untuk memastikan konektivitas yang optimal, lanjut Eureka, Telkomsel menyediakan akses internet melalui layanan Telkomsel Orbit sehingga mahasiswa dapat mengakses berbagai sumber pembelajaran secara mudah dan cepat.
Tidak hanya menghadirkan ruang fisik, Telkomsel juga memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui akses ke Kuncie, platform teknologi pendidikan (EdTech) dari ekosistem Telkomsel yang berfokus pada pengembangan keterampilan bisnis, profesional, dan manajemen.
Melalui Kuncie, mahasiswa dapat mengakses berbagai metode pembelajaran yang dirancang agar materi yang dipelajari dapat langsung diterapkan dalam dunia kerja maupun kewirausahaan.
“Beragam fitur yang tersedia meliputi modul video pembelajaran sesuai kebutuhan (on-demand) untuk upskilling dan reskilling, kelas publik dan kursus bersertifikat, pelatihan pengembangan karier, digital marketing, manajemen keuangan, hingga sesi mentoring bersama lebih dari 100 pakar industri, praktisi, dan pelaku bisnis lokal,” ujar Eureka.
Platform tersebut juga mengintegrasikan pendekatan teori dan praktik melalui sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mendapatkan wawasan aplikatif yang dapat memperkuat daya saing mereka setelah lulus.
Sebagai bagian dari rangkaian peresmian, Telkomsel turut menghadirkan sesi simulasi penggunaan Kuncie agar mahasiswa dapat memahami secara langsung berbagai fitur dan manfaat yang tersedia.
Eureka berpendapat, simulasi ini, mahasiswa didorong untuk menjadikan Kuncie sebagai salah satu sarana belajar mandiri dalam meningkatkan kompetensi sesuai minat dan kebutuhan karier masing-masing.
“Kami meyakini bahwa talenta muda Indonesia, termasuk mahasiswa di Kalimantan, memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak transformasi digital bangsa,” kata Eureka.
Melalui TDLS, ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya menyediakan fasilitas fisik dan konektivitas, tetapi juga akses terhadap pembelajaran berkualitas melalui platform Kuncie.
“Kami berharap inisiatif ini dapat membantu mahasiswa memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi,” terang Eureka.
Sebelum peluncuran TDLS, Telkomsel dan ITK juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama strategis dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kapasitas talenta digital, serta berbagai inisiatif kolaboratif yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ITK, Ir. Khakim Ghozali, M.MT., menyambut baik kolaborasi tersebut dan berharap kerja sama yang terjalin mampu memberikan nilai tambah bagi pengembangan mahasiswa.
“Kemitraan antara dunia pendidikan dan industri merupakan kebutuhan yang semakin penting dalam mempersiapkan lulusan yang relevan dengan tantangan zaman,” kata Khakim.
“Kami mengapresiasi dukungan Telkomsel melalui kehadiran TDLS dan akses terhadap platform pembelajaran Kuncie. Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak peluang pengembangan kompetensi bagi mahasiswa serta memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia professional,” tambah Khakim.
Usai peluncuran TDLS dan penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan seminar edukasi bertajuk “Navigate Digital Careers Beyond Campus” yang diikuti oleh mahasiswa ITK. Seminar tersebut menghadirkan Head of Business Development & Partnership PT Kuncie Pintar Nusantara, Utomo Pranoto, sebagai narasumber yang membawakan materi “Digital Talent Gap dan Masa Depan Karier Anda”.
Dalam paparannya, peserta diajak memahami fenomena kesenjangan yang masih terjadi di berbagai sektor industri, meningkatnya kebutuhan terhadap kompetensi masa depan, serta pentingnya kesiapan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai strategi membangun karier yang adaptif, mulai dari peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis, pemanfaatan platform pembelajaran digital, hingga pentingnya membangun pola pikir pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner).
Untuk semakin mendekatkan layanan kepada mahasiswa, Telkomsel turut menghadirkan berbagai aktivitas interaktif melalui open booth produk yang menyediakan informasi mengenai beragam solusi dan layanan digital Telkomsel, sosialisasi produk by.U yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, serta berbagai permainan (games) berhadiah yang menambah semarak acara.
“Melalui kolaborasi ini, Telkomsel berharap dapat terus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Kalimantan untuk bertumbuh, belajar, dan berinovasi. Sejalan dengan semangat membuka semua peluang, Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi dan inisiatif yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan serta pengembangan talenta digital Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan berdaya saing,” tutup Eureka. (*/michael)
